Senin, 29 Desember 2014

Kaleideskop 2014

Akhir tahun ini enaknya ngebahas apa ya? Gue bĂȘte nih, belum ada yang ngajakin gue tahun baruan bareng. Hm, apa kalian juga begitu? Yuk, tahun baruan bareng gue. Gimana kalo gue ngajak tahun baruan di atas jembatan layang? Keren kan? Ah, nggak mau? Ya udah, lupain aja. Gue bercanda kok, sembari nunggu seseorang yang ngajakin gue tahun baruan bareng. Gue pengin nge-review tahun 2014 ini menurut realita yang gue alamin sebagai anak kompleks garis keras Indonesia.

Januari 2014
Bulan Januari lalu adalah bulan yang seharusnya menjadi saksi kelulusan gue di Kampus. Namun, apa daya takdir berkata lain. Gue nggak jadi lulus dengan tepat waktu di bulan ini, dan nggak akan di wisuda bahkan sampai 2 tahun kedepan. Kenapa? Karena, gue udah mutusin buat nggak ngampus lagi. Jurusan gue memang berat, dan gue adalah salah satu dari beberapa mahasiswa yang harus mundur sebelum berjuang. Hm, selamat buat teman-teman yang berhasil wisuda di bulan ini. Kalian luar biasa ! Salut sama mental kalian. Tetaplah mengudara guys. Jangan pernah lupa dengan kawanmu yang pemalas ini ya. Gue senang bisa di pertemukan dengan kalian sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Angkatan 2011 Jurusan Business English. Love you guys. Berpeluuuukaaaaaaan !!!

Februari 2014
Bulan Februari lalu adalah bulan yang mengingatkan gue akan kesendirian. Nggak kerasa udah setahun aja gue ngejomblo. Sepertinya, valentine tahun ini akan gue lewatin dengan kesendirian (lagi). Tapi, nggak papa kok, asalkan gue masih bisa menghirup oksigen dengan bebas. Oiya, gue pengin ngucapin selamat buat sahabat gue, Andi Iqra Mawardhana yang akhirnya berhasil juga dapatin pacar. Gue salut banget dengan penantiannya. Itu yang ngebuat gue percaya akan hasil dari penantian panjang. Hm, Langgeng ya kawan. Februari akan menjadi bulan yang bersejarah buat lo. Trust me, it’s work !

Maret 2014
Bulan Maret lalu adalah bulan yang penuh berkah buat gue. Kenapa? Karena Ibu gue akhirnya mau ngejual tanahnya buat modal beliin gue smartphone. Bukan itu sih alasannya. Sebenarnya Ibu gue ngejual tanah buat nambah modal beliau berangkat umroh bareng Ayah dan Adik gue. Keren ya? gue nggak di ajakin. Hiks~ Nah, kebetulan sisa modalnya masih ada, gue jadi deh di beliin smartphone. Urraaaaa … Akhirnya gue punya gadget juga. Sekarang, gue bisa selfie pakai camera360, gue juga bisa check in path seperti mereka-mereka yang eksis, dan yang terpenting gue bisa ngetweet everytime and everywhere. Yuhuuuu~ Makasih atas kebaikannya bu, Aku sayang Ibu. Muah :*

April 2014
Bulan April lalu adalah bulan yang memberikan gue pengalaman hidup yang baru. Yakni, sebagai saksi dari salah satu calon legislatif dari partai Gerindra. Gue di tuntut menghadiri proses pemilu di TPS dari awal sampai selesai. Kalian tau nggak, prosesnya berlangsung berapa lama? Ya, nggak tau. Prosesnya itu lama banget, makan waktu sampai 18 jam. Dan sialnya gue nggak kebagian pembagian makanan seperti yang para saksi-saksi lain dapatkan. Mereka semua di bawain makanan oleh para tim sukses mereka. Sedangkan gue harus pulang kerumah buat nyari makan agar tenaga gue menjadi saksi yang telah habis karena kelaparan bisa muncul kembali. Semua itu gue lakuin karena ingin mendapatkan reward yang telah di janjikan oleh caleg sebesar 250k. lumayan buat nambah uang jajan. Alhasil, gue harus berjuang dapatin itu sampai pukul 04.00 dini hari. Dan akhirnya gue pun tau susahnya nyari uang itu seperti apa.

Mei 2014
Bulan Mei lalu adalah bulan yang menguras hati dan kantong gue begitu dalam. Meskipun di bulan ini gue udah nggak jomblo lagi. Tapi, jujur gue belum siap buat jalanin suatu hubungan dengan kondisi ekonomi yang seperti ini. Buat kebutuhan gue sehari-hari aja, gue masih ngemis dulu ke orang tua. Apalagi gue harus nyari modal buat jajanin pacar. Terkadang gue mikir, kenapa sih semua harus perlu uang? Kenapa sih nggak semua orang langsung kaya aja? Ah, kalau kayak gitu sih buat apa kita hidup. Nggak ada tantangannya. Nah, di bulan ini lah tantangan hidup datang ke gue. Dimana gue harus bisa melihat realita yang ada. Gue nggak mungkin ngikutin kemauan pacar gue yang pengin jalan mulu. Gimana gue mau menuhin kemauannya, sedangkan gue masih bergantung dengan bantuan orang tua. Masa iya gue harus nyuri uang orang tua, kan nggak mungkin. Selain gue takut dosa, bakat gue juga bukan disitu.

Juni 2014
Bulan Juni lalu adalah bulan yang mengawali kembalinya status gue menjadi jomblo free transfer. Siapa aja yang mau sama gue, silahkan rekrut gue. Gue selalu siap kok, nggak di gaji juga gue mau-mau aja. Huft~ Tepat hari pertama di bulan ini, akhirnya si pacar mutusin gue secara sepihak. Katanya, gue nggak selalu ada disaat dia butuh. Ya, emang benar sih. Salah sendiri, siapa suruh rumahnya kejauhan. Haks~ Oiya, di bulan ini perantauan sahabat gue, Faisal Nurhidayat (Isal) harus berakhir. Baru sebulan merasakan gemerlap Ibukota, dia harus balik ke kompleks buat ngelangsungin akad nikahnya. Bertepatan dengan itu, anak pertama dari sahabat gue. Muh. Syahril Taufiq (Aing) pun lahir ke dunia. Betapa berkahnya bulan ini buat mereka. Buat Isal, semoga menjadi keluarga yang samawa ya dan buat Aing, semoga menjadi ayah yang hebat dan pastinya menjadi kebanggaan istri dan anaknya. Amin.

Juli 2014
Bulan Juli lalu adalah bulan yang punuh berkah buat para umat muslim. Seperti yang kalian tau, bulan Ramadhan jatuh di bulan ini. Bulan yang menawarkan keberkahan dan nikmat yang begitu besar. Sayang, bulan ini kurang terasa lengkap karena ibadah gue yang masih aja berantakan. Untungnya, puasa gue nggak ikutan berantakan. Kalau ikutan sih, parah banget. Ramadhan kali ini terasa lebih gokil karena sajian dari world cup 2014 brazil. Selepas tarawih biasanya gue ngumpul di kompleks sambil nunggu pertandingan world cup mulai. Oiya, di bulan ini gue juga sempat kursus mengemudi selama 14 hari. Hal ini termasuk salah satu dari pengalaman baru yang gue dapatin di tahun ini. Selama 14 hari gue belajar mengemudi, akhirnya gue pun sedikit tau dasar-dasar mengemudi dengan baik dan benar. Sayangnya, gue belum menguasai betul tentang senteran mobil, karena gue belum terbiasa membawa kendaraan dengan posisi tubuh yang berada di ujung kanan. Akibatnya, fokus senteran di ujung kiri pun sering terabaikan. Gue hanya fokus ke depan saking tegangnya belajar mengemudi. Haks~

Agustus 2014
Bulan Agustus lalu adalah bulan dimana pertama kalinya gue mutarin kota ngebawa CV. Setelah ngerasa udah cukup lama mengerami telur di rumah, gue pun mutusin buat nyari kerja biar nggak mati membusuk karena kelamaan diem di rumah. Dan selama bulan ini, ada 5 perusahaan yang dengan ikhlas menampung CV gue. Dari kelima perusahan itu, cuma satu yang nggak berakhir di interview. Tapi, berakhir lebih awal. Ya, berakhir di tangan security kampret itu. Entah, CV gue nyampe ke HRDnya atau si kampret itu ngebuang CV gue gitu aja. Setelah gue gagal mendapatkan pekerjaan, gue baru sadar kalau nggak semua yang kita inginkan akan dengan mudah tercapai, di perlukan kerja keras dan usaha yang kuat buat mewujudkan apa yang kita harapkan. Seperti halnya mencari pacar, ketahuilah mencari pekerjaan itu nggak semudah kita ngebalikin telapak tangan. Perlu usaha yang sungguh-sungguh agar kita bisa keterima masuk menjadi bagian dari perusahaan mereka. Walaupun gagal di interview, janganlah mudah berputus asa. Teruslah mencoba, kelak tuhan kan menunjukkan jalannya. Gue percaya itu.

September 2014
Bulan September lalu adalah bulan kelahiran gue. Specialnya di bulan ini gue masih tetap bernafas dengan baik. Ini adalah ke 21 kalinya gue ngelewatin bulan ini dengan selamat. Itu tandanya umur gue sekarang udah ganjil 21 tahun. Ulang tahun kali ini gue lewatin tanpa adanya surprise dari keluarga, sahabat, dan kekasih hati. Hiks~ Walaupun nggak ada kue dan lilin yang menyambut pertambahan usia gue, gue nggak sampai niat pengin bunuh diri. Sebab, ada nggaknya kue dan lilin, umur gue tetap akan bertambah. Setidaknya, masih ada yang ingat sama hari ulang tahun gue. Makasih buat kalian yang udah ngucapin kemarin. Jujur, gue pengin banget ngetraktir makan kalian di hari ulang tahun gue. Tapi, realitanya buat bayar makan sendiri aja gue susahnya minta ampun. Maafin gue ya guys belum bisa nyenangin hati kalian. Gue harap kalian ngerti kondisi gue saat ini. Gue janji, suatu saat nanti gue pasti akan ngajakin kalian makan di hari special gue. Maka dari itu kalian harus bersabar menunggu waktu itu tiba. Waspadalah-waspadalah.

Oktober 2014
Bulan Oktober lalu adalah bulan yang mengajarkan gue akan indahnya perjuangan menabung untuk mendapatkan barang yang gue inginkan. Di bulan ini salah satu idola gue, Fico Fahriza resmi merilis buka pertamanya yang berjudul Martabak Asam Manis. Gue yang pengin banget punya buku itu, harus menabung dulu sebelum bisa membelinya. Setelah 2 minggu berjuang, akhirnya gue udah bisa milikin buku itu. Martabak Asam Manis karya Fico adalah buku yang pertama kali gue beli pakai uang sendiri. Sebelumnya gue cuma bisa minjam buku-buku punya teman kalau gue lagi pengin nyari bacaan. Karena gue tau membuat buku itu susah, gue nggak bakal minjam lagi. Tapi, gue harus membelinya. Karena hanya dengan membelinya, secara nggak langsung gue telah mengapresiasi hasil karya dari mereka, para penulis. Oiya, awal karir Fico itu berawal dari ajang Stand Up Comedy Indonesia yang di adakan oleh KompasTV. Dia adalah Runner-Up SUCI3 dan sekarang menjadi salah satu dari sekian banyak comic hebat di Indonesia. Dia melebarkan sayapnya di bidang perfilm-an Indonesia dan sekarang resmi menjadi seorang penulis hebat. Benar dugaan gue, karya pertamanya aja udah langsung mendapat tempat di hati para pembacanya. Alhasil, bukunya pun menjadi best-seller. Gue salut banget sama dia. Hm, gue tunggu karya selanjutnya. Faigk !!!

November 2014
Bulan November lalu adalah bulan turunnya hujan di balkon rumah gue. Entah, ini pertanda apa. Yang gue ingat November kemarin, gue telah ngelakuin blunder yang memalukan diri gue sendiri. Mulai dari ngasih surprise birthday ke cewek yang ternyata masih dekat dengan mantannya, sampai dengan ngedekatin teman yang dulunya sekelas waktu SMA yang akhirnya jadian dengan teman kampusnya karena sempat cinlok dilokasi KKN. Pffttt~ Itu sungguh memalukan. Masih jelas terlintas di benak gue, gimana ekspresi muka gue pas tau, waktu gue bakar lilin buat surprise si cewek itu ternyata dibelakang gue udah ada mantan tuh cewek yang merhatiin geliat gue yang begitu antusias dengan moment ini. Alhasil, gue jadi tengsin dan nggak tau harus ngapain lagi. Masih terbayang juga di hati gue, betapa nggak enaknya harus berjuang sendiri, harus memulai chat duluan, betapa susahnya mencari bahan pembahasan agar chattingan tetap berlanjut, harus sabar menanti kesempatan bertemu. Tapi, sebelum kesempatan itu datang, dianya keburu jadian dengan orang lain. Hiks~ Pait-pait-pait. Bulan ini begitu pahit buat gue. Gue berharap kejadian seperti ini nggak akan terulang lagi di masa yang akan datang. Oiya, di bulan ini juga kisah LDR-an sahabat gue, Masharmadi Alfajrin (Ian) harus usai sampai disini. Semua karena lawan LDR-an Ian yang dengan asyiknya bermain api di pulau seberang. Keep calm yan, kami para sahabatmu selalu ada disamping kamu.

Desember 2014
Bulan Desember yang akan segera berakhir ini gue lewatin dengan berbagai macam kegagalan. Mulai dari gagal ikut pre-order buku koala kumal sampai gagal ngilangin status jomblo ini. Hiks~ Jelas yang paling sedih dari kedua kegagalan diatas adalah gagalnya gue ikutan pre-order buku koala kumal karya Bang Raditya Dika. Bagaimana nggak sedih coba? Selain gue gagal dapatin buku bertanda tangan langsung dari Raditya Dika, gue juga gagal dapatin kaus khusus bertuliskan koala kumal yang katanya limited itu. Dan parahnya lagi gue gagal dapatin kesempatan di ajak langsung ke kebun binatang ragunan bareng Raditya Dika. Huft~ Dan minggu ini, gue juga gagal buat operasi pengangkatan kutil yang udah sekian tahun setia menetap dibetis kiri gue. Tapi, di balik kegagalan yang gue alamin di bulan ini, ternyata Tuhan masih bersikap adil ke gue. Tuhan nggak lupa ngasih rejeki buat gue melalui orang-orang di sekitar gue. Di bulan ini gue jadi sering makan di luar, lumayan buat perbaikan gizi gue. Mulai dari orang tua gue sampai sahabat-sahabat gue, semuanya pada ngajakin gue makan enak. Alhasil, badan gue sekarang terlihat cukup berisi. Gue pengin say thanks to orang tua gue, karena mereka gue bisa rasain makan ayam goreng dan coto di bulan ini. Special buat kak Lita yang udah ngingatin nikmatnya makan Nasi Kuning dipenghujung malam dan karena kak Lita pula, akhirnya gue ngerasain serunya makan Nasi Kucing di emperan jalan. Terima kasih juga buat sahabat gue, Iqra yang menyempatin waktunya buat traktir gue makan ayam bakar yang lezat berdua. No, I don’t think that a candlelight dinner. Sekali lagi, terima kasih buat kalian semua. Bighug dari gue. Boommm~


Nah, itulah hasil recap singkat kejadian serta keseruan yang gue alamin selama tahun 2014 yang menyenangkan ini. Semoga masih ada hikmah yang bisa kalian petik dari tulisan gue yang nggak penting ini. Gue nulis ini buat antisipasi aja, siapa yang tau kalau-kalau nanti memori gue nggak mampu lagi nyimpan semua kejadian-kejadian yang kemarin gue alamin. Setidaknya, gue bisa membaca kembali tulisan ini di waktu yang akan datang. Lumayan kan, bisa flashback tanpa harus berpikir dengan keras. Haks~ Gue minta doanya dari kalian, semoga gue diberi umur yang panjang agar gue bisa di pertemukan kembali dengan akhir tahun yang selanjutnya. Dan gue akan me-recap kembali keseruan yang gue alamin di tahun berikutnya dan gue akan nulis begitu sampai seterusnya. Hm, btw … SELAMAT TAHUN BARU YAA GUYS !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar