Selasa, 04 November 2014

Fenomena Batu Antik

memasuki akhir tahun ini, di kompleks gue ada sebuah fenomena yg lagi boom-ing, fenomena ini terdengar begitu cepat keseluruh pelosok kompleks. tentu, ada orang di balik semua ini, sebut saja dia, daeng. daeng adalah lelaki paruhbaya yg baru tinggal dikompleks gue. cara daeng beradaptasi disini tergolong unik, hanya dengan menunjukkan koleksi batu-batu antik-nya, daeng berhasil memancing perhatian warga kompleks dan dengan sekejab, nama daeng sudah terkenal sampai kekompleks sebelah. itu semua karna batu-batu koleksi-nya. hebat? nggak juga.

semenjak saat itu, daeng banyak kedatangan tamu, baik tamu dari warga dalam kompleks, maupun warga luar kompleks. mereka yg datang hanya sekedar pengin ngelihat koleksi batu-batu antik, ada juga yg datang untuk berkonsultasi tentang batu. gue sering lewat di depan rumah daeng, tapi gue nggak pernah tertarik buat singgah dan gabung bersama mereka disana. warga yg ngumpul di halaman depan rumah daeng ternyata bukan cuma kalangan orang tua saja. tapi, ada juga dari kalangan anak muda. jujur, gue kesel. kenapa? secara nggak langsung, daeng perlahan ngambil kawan-kawan satu tongkrongan gue. gue jadi kesepian deh, udah jarang nongkrong bareng mereka lagi. sekarang, mereka lebih milih nongkrong di rumah si-kampret itu.

gue heran, mereka kok beta ya nongkrong disana, padahal tiap malam, kerjanya cuma ngebahas jenis-jenis batu doang. serunya dimana? apa menariknya sih, melihara batu? emang, batu bisa beranak? nggak, kan. gue juga nggak habis pikir sama kawan gue yg rela nge-barter smartphone-nya demi sebuah batu, yg menurut gue itu cuma batu. istimewanya dimana? mereka seakan terhipnotis oleh pesona batu antik yg terbilang cukup mahal untuk di jual. mereka tertarik untuk mencari dan mengumpulkan batu antik sebanyak mungkin. ada yg rela nyari sampe kepelosok desa, ada yg rela nyari sampe ke dasar laut, ada juga yg nyari sampe kepegunungan. tujuannya cuma satu, buat nemuin batu antik yg berharga mahal itu.

sekarang, gue jadi malas keluar rumah. tiap gue keluar, ada saja warga kompleks gue yg lagi asik menggosok batu temuannya. gue nengok kekanan, ada. nengok kekiri juga ada. gue capek ngeliat tingkah mereka. gue ngerasa aneh aja tinggal di kompleks ini. emang, dengan mereka menggosok batu, mereka bisa kaya? ah, iya-in aja deh. hampir diseluruh penjuru kompleks gue kalo ada yg ngumpul, ujung-ujungnya pembahasan lari ke batu lagi, batu lagi. gue udah bosan ngedengar celoteh soal investasi batu antik. menurut gue, itu cuma bersifat musiman dan nggak ada jaminan buat kedepannya. mereka harus tau, ini indonesia. dimana yg boom-ing hanya sementara. mereka juga harus belajar dari contoh-contoh sebelumnya. nggak ada lagi kan, sinta-jojo, norman kamaru, acara hipnotis di tv lokal. semuanya cuma sementara doang. gue ingetin sekali lagi, kita ini masih di indonesia. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar